CINTA TAK HARUS MENGALAH
---- CINTA HARUS
MENGALAH ----
**merupakan salah satu
pemenang menulis artikel di vemale.com bisa dilihat di http://www.vemale.com/relationship/love/79064-pengumuman-10-pemenang-kisah-cinta-vemale-com.html?120752
Kisah ini dimulai saat
aku baru mulai mengenal yang namanya CINTA. Sebelumnya aku sering berpacaran
dengan pria tampan maupun pria kaya dan lain-lain. Hal itu mungkin dikarenakan
parasku yang lumayan cantik dan menarik bagi pria. Meskipun demikian aku cukup
selektif dalam memilih pria yang akan kujadikan pasanganku. Setelah
mengalami kurang lebih 4 tahun menjadi seorang “playgirl” akhirnya aku
menemukan seseorang yang dimana aku merasa nyaman menjadi diriku sendiri dan
aku yang selalu tampil apa adanya diriku di depannya. “Ya!!!! I’m found him”
gumamku tiap kali aku jalan dengannya. Pria itu usianya dibawahku 1 tahun,
namun cara berpikirnya dewasa. Hal itu yang kucari selama ini, yang mampu
menemaniku saat aku sedih,senang dan susah.
Singkat cerita hubungan kami semakin dekat dan aku pun tak mampu membendung
perasaanku bahwa aku jatuh cinta padanya. Waktu itu kita jalan berdua menghabiskan
waktu bersama saat libur kerja. Aku ingat sekali saat dia menyatakan cintanya
padaku dengan malu-malu dan sekiranya ku lihat dia gemetaran takut ku tolak
begitu ia bercerita waktu itu. Dia bilang padaku dia menginginkanku menemani
hidupnya dan mejadi ibu bagi anaknya kelak. Aku tersentuh dan dalam hati aku
senang. Hubungan kami berjalan baik seiring berjalannya waktu. Dia pun telah
akrab dengan keluargaku juga adik-adikku. Dia mampu memposisikan dirinya saat
dimana ia berada.
Hubungan kami awalnya disetujui oleh orangtuaku, sampai usia hubungan kami 1,5
tahun. Namun semua berubah saat papa pulang ke Medan untuk urusan pekerjaan. Ia
pun singgah di tempat bibiku yang juga satu kampung dengan pacarku itu. Entah
benar atau tidak, yang pasti sekembalinya papa dari kampung, papa melarang aku
menjalin hubungan dengannya dan meyuruhku mencari yang lain. Sontak saja air
mataku mengalir deras dan aku bingung harus bilang apa pada pacarku itu. Di
lain hal aku sayang padanya dan di sisi lain orangtuaku melarangku untuk
berhubungan lagi dengannya.
Awalnya aku cuek dengan omongan papa dan terus menjalani hubungan kami. Namun
suatu waktu mama menceritakan padaku apa yang terjadi saat iti di kampung,
sewaktu papa menginap di rumah bibiku. Ternyata papa di sidang oleh keluarga
besar papa di Medan. Keluarga papaku masih kental dengan adat batak dan patuh
terhadap wejangan keluarga. Saat itu papa diberitahu oleh Kakekku bahwa pacarku
itu anak dari Dukun santet terkenal disana dan diasingkan oleh warga desa
setempat. Dan tak ada yang mau jika diajak komunikasi oleh keluarga mereka.
Karena katanya setiap warga yang habis ngobrol dengan mereka, pasti akan
terkena musibah. Aku antara percaya atau tidak. Karena untuk zaman sekarang,
buatku hal-hal seperti itu nggak mungkin lah.
Namun hingga satu hari aku menyadarinya bahwa ada yang benar dari kata-kata
orangtuaku, saudar-saudara di medan bahwa keturunan yang terbaik adalah
keturunan yang tidak percaya kepada mistis dan hal-hal sejenis. Ya aku yakin
orangtua tak pernah salah dalam berbicara. Mereka pasti memikirkan dengan baik
apa yang menjadi kebahagiaan anak-anaknya kelak. Apalagi aku dan ketiga saudara
perempuanku adalah wanita yang harus dilindungi oleh suaminya kelak. Aku pun mencari
cara untuk pergi menjauh dari pacarku mulai dari jarang telepon dan sms serta
mulai memberi jarak(maklum kami pacaran jarak jauh Bekasi-Sukabumi). Tapi aku
tidak berani mengatakan kita harus putus. Intinya aku menggantung dia dan
membuatdia selalu bertanya mengapa akhir-akhir ini aku berubah terhadapnya.
Hingga suatu waktu aku bertemu kembali dengan mantan pacarku dulu yang dulu
menduakan aku. Dia hadir seolah menjadi jawaban atas doa dan keinginan
orangtuaku. Aku tidak menutup diri terhadapnya dan tidak menceritakan padanya
tentang pacarku itu dan masalahku. Yang pasti mantanku ingin aku kembali dan
menikah dengannya. Dia mengharapkan aku dan ingin menbus kesalahannya dulu.
Kami sama-sama dari suku batak. Makin hari makin sering kami bertemu dan
terlebih kami terlibat satu bisnis yang mengharuskan sering bertemu. Dia sayang
padaku , keluargaku dan adik-adikku. Dia melamarku!!!! Deggg!!!!! Bagai
disamber petir aku pusing luar biasa memikirkan pacarku yang ada di
Sukabumi. Aku merasa telah mengkhianatinya dan menyakiti hatinya.
Bahkan aku belum mampu mengatakan bahwa aku harus berpisah dengannya. Sampai
hari itu tiba dimana aku akan menikah dengan pria yang belum aku sayang. Namun
aku percaya bahwa suatu saat aku akan mencintainya sepenuh hatiku. Sampai
saat ini aku melarikan diri dari pacarku itu dan menutup diri dari pengakuanku.
Jujur aku tak tahu harus bagaimana. Yang aku tahu kini ada seseorang yang
menyayangiku yaitu suamiku. Aku ingin minta maaf buat mantan pacarku disana.
Aku harap kamu ngerti dengan keputusanku! Aku mencintaimu,dear!!! Buat
suamiku, thanks buat cintamu yang tulus.
Ini merupakan kisah nyara penulis.
BalasHapus