RESIGN MENDADAK



“Siapa yang menyangka kalau aku akan bertemu kembali dengan mantan suamiku di perusahaan tempat aku bekerja ?“


Ini kisah nyata seorang karyawan di perusahaan tempat aku bekerja. Aku bekerja di sebuah perusahaan garment korea yang berlokasi di bekasi. Yang mana seluruh karyawan mayoritas perempuan. Maklum pabrik garment artinya kerjanya tak lain adalah menjahit. Aku yang sebagai seorang Admin Personalia otomatis setiap hari berhubungan langsung dengan karyawan. Entah yang tanda tangan kontrak, pengajuan seragam, cuti hamil sampai ke pengunduran diri karena berbagai macam alasan.

Suatu ketika saat aku sedang membuat daily report for absensi karyawan, ada yang aneh dengan absensi karyawanku yaitu Ecayanti yang bekerja di departemen sewing 05. Yang biasanya karyawan ini selalu hadir, mendadak sering mangkir alias mangkir. Padahal dia termasuk karyawan yang lama disini. Singkat cerita di hari ke-2 dia absen, pos satpam gerbang utama meneleponku,

“Bu, ada surat nih. Nggak tau anak line berapa!”
“Oh, yaudah naikin aja ke atas yah? Biar saya cek dulu.”
Saat aku lihat nama pengirimnya atas nama Ecayanti, Operator sewer line 05. Di surat itu memberitahu jika karyawan tersebut memohon pengunduran diri. Saat itu aku biasa aja membaca surat itu. Ya mungkin karena hal ini sudah biasa aku temui di hari-hari lain. 

                Seperti biasa jika ada surat pengunduran diri, maka admin tiap departemen pasti akan mengisi form pengunduran diri untuk administrasi pembayaran gaji masa kerja yang belum dibayarkan oleh perusahaan. Dan aku pun yang bertanggung jawab untuk menentukan tanggal pengambilan gaji karyawan resign tersebut. Tidak lama kemudian datang Aini, admin sewing 05 ke ruanganku sambil menanyakan surat pengunduran diri karyawan atas nama ecayanti itu.

“Mbak vero, saya isi form resign ecayanti ya mbak?”
“Eh, nanti aja aini. Tunggu orangya dateng. Sekalian saya mau tanyain kenapa dia resign. Kan dia termasuk karyawan kita yang rajin.”
“Oh iya ya mbak? Iya si mami juga bingung katanya kenapa anak lama kok resign!”
Sama halnya Mami, Supervisor line 05 yang bingung dengan tingkah laku anak buahnya. Aku pun demikan penasarannya dengan alasan ecayanti itu. Kalo dilihat dari umur sih masih produktif kerja, 35 tahun.

                Keesokan harinya yaitu tanggal 19 Maret 2015, sekitar jam 09 pagi seperti biasa satpam gerbang utama meneleponku,

“Mbak, ada yang mau ketemu nih.”
“Siapa pak?”
“Katanya namanya ecayanti. Mau keluar katanya mbak.”
“Oh yaudah atuh pak, suruh naik ke ruangan saya.”
“Oke mbak vero.”

                Saat memasuki ruanganku, kebetulan ada Miss.Kim yaitu Factory Manager di perusahaanku yang berhubungan langsung dengan departemen sewing. Aku menanyakan ecayanti kenapa kok mau keluar.  Dan dia menjawab hendak istirahat dulu dirumah. Aku pikir dia sakit, namun saat aku perhatikan sepertinya bukan sakit. Aku pun mempersilahkan dia duduk di samping meja kerjaku. Sambil menunggu admin sewing 05 tersebut menjalankan form resign yang harus ditandatangani Supervisor, Manager Produksi, Manager HRD dan Factory Manager alias Miss.Kim tersebut. Tidak lama aini masuk ke ruanganku,

“Mbak, Miss Kim nggak mau tanda tangan.”
“Kenapa?”
“Katanya si ecayanti harus menghadap dia dulu.”
“Hmmmm... Yaudah ecayanti ikut sama aini yah.”

                Tenyata saat diinterogasi Miss Kim, si ecayanti masih biasa aja menjelaskan perihal resign nya dia dari perusahaanku. Tapi aku merasa ada yang aneh dengan sikapnya, spontan saja aku menghampiri Miss kim dan ecayanti serta adminku si Aini yang posisinya tidak jauh dari meja kerjaku. Soalnya aku dapat kabar dari managerku bahwa dia mau keluar dikarenakan ada mantan suaminya yang baru 3 bulan bekerja disini sebagai mekanik.

“Bu, kenapa sih mau resign?”
“Gapapa mbak vero. Mau istirahat aja.”
“Ah masa sih? Bukan kali...” aku masih mencoba menggodanya.
“Yaaa.. Kamunya sakit yayyy?” Miss Kim bertanya dengan logat korea-nya.
“Nggak,onyi! Saya mau istirahat dulu.”
“Ibu ketemu mantan suaminya disini ya?” aku mencoba menerka-nerka.

Nggak lama dia memeluk Miss.Kim sambil menangis. Dan dia menjawab “iya” untuk pertanyaanku. Dan kurang lebih 20 menit dia bercerita tentang mantan suaminya, Wawan yang mekanik di tempatku. Mereka pisah 5 tahun lalu karena KDRT. Namun sekarang ecayanti sudah menikah lagi dengan duda beranak 1. Ternyata ecayanti takut kalau sampai suaminya tau bahwa mantan suaminya bekerja ditempat yang sama dengannya.

“Daripada suami saya nanti tau dari orang lain,mbak. Lebih baik saya yang mengalah. Saya gak mau gagal lagi dan gak mau suami saya salah paham sama saya.”

Atas segala pertimbangan yang matang akhirnya Miss Kim pun menandatangani permohonan pengunduran diri ecayanti. Karena nggak mungkin juga aku memutuskan kontrak Wawan yang baru perpanjang kontrak 6 bulan. Dia belum ada masalah yang buruk yang bisa mempengaruhi kontraknya. Jadi mau nggak mau aku juga meng-ACC permohonan resign ecayanti. Sambil menangis dan memelukku ecayanti pamit kepada staff lain yang ada diruanganku satu persatu. Aku pun memberitahunya kalau nanti sudah tenang bisa melamar kembali ke perusahaan dan aku pun akan menerimanya kembali. Karena ecayanti itu termasuk karyawan yang rajin masuk dan selalu mencapai target produksi.

Namun satu yang saya pelajari dari kisah ecayanti ini adalah :
“Masa Lalu baklah dikubur dalam-dalam dan janganlah mencoba membongkar kembali kenangan itu. Karena hanya akan menghasilkan permasalahan dan menimbulkan luka lama yang muncul lagi.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA TAK HARUS MENGALAH

Arti kata-kata CMIIW,LOL,FYI dan lain-lainnya

TRUE STORY ABOUT MY DADDY