" EMILY "



Persahabatan Dua Dunia

Namaku Emilly, usiaku belum genap 15 tahun. Namun rupaku terlihat seperti 18 tahun. Hal itulah yang kadang membuatku minder dan menjauh dari anak-anak remaja seusiaku.
Sore itu tepat pukul 16:00 saat dimana aku terbangun dari tidur siangku sepulang sekolah. Pandanganku agak buram, tapi saat aku pertegas melihat ke arah jendela kamarku pandanganku tertuju pada sosok cantik yang bermain-main dengan rambutnya. Sosoknya menarik dan berpenampilan seperti gadis Jepang pada umumnya, cantik juga mengagumkan. Tapi ada yang janggal dari kecantikannya, yaitu wajahnya yang pucat pasi. Saat aku tersadar, dia tersenyum ke arahku.
Setiap hari sepulang sekolah, aku selalu menanti-nanti gadis jepang yang ku namakan Sakura itu. Gadis sebayaku dan gaya fashion yang sama denganku. Hal inilah yang membuatku makin tertarik untuk bersahabat dengannya. Entah kenapa sakura selalu muncul setiap aku bangun dari tidur siangku, yaitu sekitar pukul 4 sore. Hari ini aku mati-matian menunggunya namun ia tak kunjung datang juga. Aku kesal dan mulai memikirkan kenapa hari ini sakura tidak datang. Apakah sakura tidak mau berteman denganku???
Hari itu hari minggu, hari dimana aku libur sekolah dan otomatis aku pasti akan bangun agak kesiangan. Tepat pukul 8:00 pagi jam waker mungil merah biruku berdering kencang tanda aku harus terbangun dari tidurku. Belum sempat aku buka jendela kamarku, terdengar mama memanggilku.
“Milly.....!! Bangun sayang sudah siang.” Seru mama sambil mengetuk pintu kamarku.
“Iya ma.”
Ku hampiri mama ke arah dapur dan memeluknya dari belakang. Maklum aku anak tunggal dan hanya tinggal berdua dengan mama. Papa sudah lama meninggal dan mama memutuskan untuk tidak menikah lagi. Mama bekerja di salah satu website wanita  terkenal di Indonesia, ya mama seorang penulis.
“Ayo lekas mandi, mama sudah masak makanan kesukaanmu sayang. Lobster..”
“Iya mama, tapi kan aku masih kangen mama. Kenapa sih mama pulang malam terus?? Kan milly BT ma.. Si bibi juga masih di kampung kan ma”
“Besok Bi Inah sudah kembali ke pelukanmu kok. Tenang saja mama sudah memastikannya kmarin lewat telepon.”
“OK,Mommy.”
Ku tinggalkan mama dan beranjak mandi. Sesuai perintah mama J
Sehabis sarapan bersama mama seperti biasa aku bersepeda keliling komplek perumahan. Aku berhenti di taman belakang rumah sambil browsing internet lewat telepon selulerku. Tak sadar arah pandangku menuju ayunan di seberang tempatku duduk, kulihat sakura bermain disana sambil mengayunkan ayunannya. Dia melambaikan tangan ke arahku dan tersenyum padaku. Ku hampiri dia kesana dan duduk di salah satu ayunan yang kosong.
“Hai.” Aku mencoba menyapanya
“Ya. Kamu Emilly kan?” dia bertanya padaku.
“Kok kamu tahu namaku?”
“Aku lihat di catatan harianmu.”
“Hmmmm”
“Jangan marah ya milly. Aku suka bermain ke kamarmu kalau kamu pergi ke sekolah. Aku bosan bermain ke taman.”
“Ya. Tidak apa-apa aku senang kok ada yang mau membaca tulisanku yang jelek itu hehehe”
“Namaku Sarah. Aku sering main di taman ini. Hampir setiap hari aku kesini. Aku nggak tahu harus berteman dengan siapa.”
“Kok sama denganku yah? Teman-temanku menyebalkan. Mereka mengolok-olokku dengan sebutan tante-tante. Padahal aku masih 14 tahun lho.”
“Kamu cantik emilly, dan caramu juga dewasa. Mungkin itu yang tidak disukai teman-temanmu. Mereka cemburu mungkin.”
Aku tersenyum kecut menanggapi kalimatnya itu. Jujur saja aku memang cantik, tapi kan itu menurut mamaku dan Bi Inah he he he.
“Sudah terik nih aku harus pulang. Mama pasti mencariku. Mau ikut ke rumahku? Hmmm Sarah?”
“Nanti saja aku mampir. Kamu pulang saja.”
“Kamu yakin nggak apa-apa aku tinggal sendirian?
“Iya Emilly.” Senyuman sarah benar-benar manis.
“Ok. I’ll go home. See you next time.”
Sepanjang jalan ku ayuh sepedaku dengan lambat sambil ku bayangkan wajah Sarah (yang ku sebut sakura itu) yang amat teduh namun sekilas pucat. Mungkin dia sakit atau dia belum makan pikirku dalam hati. Ku putar sepedaku ke arah taman kembali namun sayang Sarah sudah tidak ada disana. Ku cari keliling sudah tidak ada.
Keesokan harinya sepulang sekolah, karena sangat lelah aku pun tertidur pulas dikamar. Maklum hari ini mata pelajaran yang aku suka dan kebetulan kami tampil. Ya, Seni!
Aku suka dengan kesenian terutama drama teater. Hari ini di sekolah aku berperan sebagai seorang Ratu. Sesuai dengan kecantikanku begitu kata guru pelajaran seni memujaku. Sekitar 1 jam aku tertidur, aku terbangun dan melihat Sarah duduk disampingku. Aku kaget sekali, darimana sarah masuk. Sedangkan pintu kamar terkunci dan jendela pun belum terbuka. Namun aku masa bodo dengan itu semua. Sarah memandangku dan mngelus rambutku.
“Aku suka gaya kamu.”
“.......”
“Kamu cantik dan menarik perhatian laki-laki pastinya.”
“.......”
“Berbeda denganku yang tak punya teman sama sekali bahkan pacarku sendiri selingkuh dengan teman sekelasku.”
“Kenapa? Kok bisa dia selingkuh?”
“Waktu itu kami dari sekolah ada kunjungan ke Museum. Saat acara bebas dia mengajakku keliling Museum dan berhenti di salah satu ruangan kosong yang aku tak tahu ruangan apa...”
“Lalu?” aku semakin penasaran dengan kisah Sakura-ku
“Saat itu dia membawa aku kabur dari rombongan.”
Kulihat wajah sarah mulai menekuk seolah memberi sinyal padaku untuk tak bertanya lagi. Untuk mengalihkan pembicaraan, aku mengajaknya untuk bersolek. Salah satu hobby yang selalu aku lakukan di sela waktu senggang.
“Sarah, kamu suka dandan nggak?”
“Hmmm... Aku nggak bisa dandan milly!”
“Yaudah sini aku yang dandanin kamu yah. Aku mau coba model baru nih alis sama eyeshadow yang ada di majalah ini.” Ku tunjukkan pada sarah foto model salah satu majalah masa kini yang memamerkan kemolekan parasnya.
“Hmmm.. boleh!” jawabnya singkat.
Aku pun memulai aksiku dengan memolesi wajah sarah dengan pondation sampai ke lehernya. Aneh! Kok wajahnya dingin sekali saat aku sentuh dan mndadak sekujur badanku merinding. Astaga! Sarah cantik sekali. Sangat cantik. Wajahnya seperti Kate Midlletone istri Pangeran Inggris. Sayu dan teduh saat memandangnya. Saking asyiknya ngobrol, aku tak sadar kalau kami tertidur pulas. Aku pun terbangun pas jam 11 malam, kulihat sekelilingku dan mencari sarah. Namun sayang sarah sudah tidak ada disana. Namun aku melihat surat di meja riasku.
Dear Emilly,
Kamu gadis cantik dan baik yang sudah mau menemaniku di saat-saat terakhirku. Mungkin saat ini kita nggak akan bertemu lagi. Tapi aku yakin kok suatu saat kita bisa bertemu lagi. Kamu akan jadi seorang wanita yang tangguh kelak. Aku yakin itu. Semangat yah emilly J Semoga kamu bahagia selalu.


                                                                                           ----Sarah----

Hati ini terasa pilu. Kenapa sarah enggan pamit terhadapku? Apa aku menyinggung perasaannya tadi siang? Selalu pergi diam-diam dan hadir diam-diam.

Keesokan harinya saat aku hendak berangkat ke sekolah, mama menunjukkanku berita di majalah mama. Yang isinya tentang seorang anak gadis yang meninggal karena dibunuh pacarnya. Gadis itu adalah seorang model remaja yang sedang terkenal. Saat mama menunjukkan foto gadis itu, terus terang aku kaget. Karena tak lain gadis itu adalah Sarah Moyubi, yang sering bermain ke kamarku. Mama menyebutkan kisahnya,
“Sarah itu diperkosa pacarnya, Mark. Dan dibunuh karena berusaha memberontak. Kasihan sekali sarah ya,sayang?”
“Hmmm...i..iya maaa..” aku menjawab pertanyaan mama dengan berat hati.
“Mama sayang sekali sama kamu,milly!! Kamu harta mama satu-satunya. Jadi mama mohon kamu jaga diri baik-baik kalau bepergian ke luar. Dan sopan terhadap orang lain ya,sayang!”
Mama memelukku dan mencium keningku.
“Mama pergi dulu ya sayang! Kamu semangat yah sekolahnya.
Mama pergi meninggalkanku dan berangkat ke kantor. Sementara aku di meja makan masih tercengang dengan berita tadi. Aku putuskan untuk melanjutkan membacanya nanti di sekolah, karena sudah waktunya aku berangkat juga ke sekolah.
Hanya satu yang aku tanyakan, apakah Sarah ingin menyampaikan pesan lewat aku?
Atau apa? Hmmmmm aku makin bingung.
Saat jam istirahat tiba, aku buru-buru mengeluarkan laptopku dan membuka artikel tadi pagi. Sarah Moyubi, 16 tahun meninggal karena dibunuh pacarnya dan diperkosa. Diperkirakan sudah meninggal sekitar 10 hari dilihat dari hasil otopsi Rumah Sakit Umum setempat. Mayatnya ditemukan di sebuah hotel daerah Bandung. Ya! Tepat seperti yang diceritakan sarah, mereka kunjungan ke Musem daerah Bandung. Aku pun terdiam dan membayangkan 2 hari lalu kami sangat akrab. Ternyata itu hanya ilusi semata. Sarah sudah tiada.
Lalu siapa gadis yang selalu datang ke kamarku??? Air mataku membanjiri meja belajarku. Aku lantas mendoakan sarah agar tenang disana. Aku yakin dia adalah sosok sahabat yang disediakan Tuhan untukku. Ya meskipun kami nggak bisa ketemu lagi.
Sementara Mark dipenjara seumur hidup karena kasus penggunaan narkoba dan aksi pembunuhan serta pemerkosaan. Hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Semoga sarah puas dengan keputusan pengadilan. Thanks Sarah sudah hadir di hari-hariku.





Karya          : Veronica
E-mail         : verovea8985@gmail.com
Phone          : 0812-1206-7610 / 0852-15022679
Judul           : Persahabatan Dua Dunia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA TAK HARUS MENGALAH

Arti kata-kata CMIIW,LOL,FYI dan lain-lainnya

TRUE STORY ABOUT MY DADDY