Dad, You are my HERO!
Papa adalah sosok pria terlembut
yang pernah ada di dunia ini. Bagaimana tidak??? Saat aku kecil bersama
teman-teman seusiaku, beliau tak pernah memarahi aku dan adik-adikku atau
bahkan memukul karena suatu kesalahan seperti yang dilakukan oleh papa
teman-temanku. Papa sangat menyayangi dan memanjakan aku dan adik-adikku.
Terutama karena kami berempat anak-anak papa adalah perempuan.
(Saat aku usia 5 tahun bersama papa)
Saat aku masih kecil, aku selalu
membuntuti papa kemanapun beliau pergi. Sampai teman-teman papa selalu meledek
papa saat aku dibawa pergi untuk bermain kerumah teman papa.
“Eh,Leo… kayak babysitter aja kau!
Kemana istrimu rupanya???” ledek salah satu teman papa sambil tertawa disambung
dengan yang lain. Tapi papa nggak pernah malu kalo aku buntutin. Karena aku
adalah anak pertama dan perempuan pula, maka papa amat menyayangi dan
melindungi aku serta ketiga adikku yang lainnya. Pernah papa bercerita pada
kami berempat (anak-anak perempuannya) tentang alas an mengapa beliau
memasukkan kami ke pelatihan TAEKWONDO..
“Nak.. Kalian perempuan semua.
Harus bisa jaga diri. Nanti kalo papa udah nggak ada, kakak harus bisa jaga
adik-adik dan mama.” Itu pesan beliau sore itu sebelum aku berangkat berlatih
TAEKWONDO dengan adikku mayang. Dan papa selalu menasihati mama yang kadang
suka terlalu ber ’’hemat” kalo kami sering meminta uang jajan lebih. “Ma,
lean ma. Tu aha hepeng I molo dang ta lean tu gelleng ta ? Ai hita massari tu gellengta do..”
(Artinya ; “Ma, Untuk apa uang itu kalau bukan buat anak kita? Kita nyari uang
buat anak kok..) Itu kalimat yang selalu ku dengar dari mulut papa untuk
membela kami hehehehe…
Tapi intinya, papa itu nggak mau
anaknya ketinggalan dari teman-temannya. Sampai yang aku ingat, pernah papa
belikan Handphone yang baru saja keluar, sedangkan beliau masih pakai pager J Papa tuh sosok yang
luar biasa banget deh!!! Dari sekolah sampai kuliah sampai mau menikah pun papa
selalu berperan penting dan jadi saksi semuanya. Makanya aku mau punya suami
yang seperti papa. Sampai akhirnya aku menemukan sosok seperti papa dalam diri
calon suamiku.
Saat aku mengenalkan calon suamiku
kepada papa, papa sempat bertanya dan meyakinkanku berkali-kali tentang
pilihanku kepada pria yang kucintai itu. Saat lamaran berlangsung pun, papa
seolah masih belum yakin kalo putrinya sudah dewasa. “Papa nggak nyangka nak,
dulu kamu saya mandiin, saya suapin, saya ikat rambutmu kalau mau berangkat
sekolah. Sekarang kamu sudah menemukan yang akan jadi penjaga kamu menggantikan
posisi papa. Yang penting laki-laki yang menggantikan posisi papa harus sayang
sama kamu dan tidak main tangan. Karena papa nggak pernah lalu tangan terhadap
mama kalian dan kalian semua anak-anak papa.”
(Usiaku 26 tahun bersama papa)
Siang itu saat aku sedang bekerja,
mama mendapati papa sedang tidur siang dikamarku, tidak seperti biasanya papa
tidur disana. Dan mama menceritakan padaku kalau papa melihat-lihat isi kamarku
dan foto-foto serta semuanya. Sambil menceritakan tingkah laku saat aku kecil yang
sering mengalah demi adik-adikku.
Malam harinya sebelum papa
berangkat bekerja, papa memelukku dan menangis sambil berkata;
“Nak, tugas papa sudah selesai.
Semoga kamu bahagia dengan marasi ya.. Ternyata boru papa ini sudah dewasa.
Perasaan baru kemaren kamu papa gendong-gendong nak! Sukses buatmu,boru!”
sambil papa mencium kedua pipiku. Aku pun menangis bahagia karena bisa membuat
papa bahagia dengan pilihan hatiku, yaitu Marasi Butar-Butar. I love you,pa!!!
Buatku, papa adalah yang
terbaik,terbaik dan terbaik!!!!! Semoga Tuhan membalas semua kebaikan papa dan
mamaku, karena terus terang sampai saat ini aku yakin masih belum bisa membalas
semuanya itu.. Luar biasa kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya. Happy
father’s day my daddy :*
Komentar
Posting Komentar